" memberilah dengan ikhlas"
Suatu kalimat yang begitu simple tetapi sangat sulit dilakukan. Jarang sekali saya melihat orang yang memberi dengan tulus, dengan apa adanya tanpa mengharapkan imbalan.
Kenapa saya menulis "memberi dengan ikhlas" karena tadi pagi saya mendapat sms dari kerabat saya
krabat : chika boleh minta bantuan?
saya : bantuan apa?
krabat : aku mw minjam uang untuk bla..bla..bla..
saya : mw brp?
krabat : terserah brp az..
saya : 50rb cukup?
krabat : sebenarnya aku mw pinjam 800rb
saya : maaf ga pny uang sebanyak itu, 200rb ada. Mw?
krabat : okelah, klo ada lebih tambahin ya..
" hey krabat saya tu masih ngemis sama mama ku, enak bgt kamu minta2. Tp setelah mendengar ceitanya panjang lebar dan akhirnya mengetuk pintu hati saya dan mengikhlaskan 200rb itu"
Setelah itu saya berpikir ikhlaskah saya memberi itu?
Setelah saya renungi ternyata saya tidak ikhlas memberinya, saya mulai tidak percaya dengan alasan - alasan yang diberikannya, saya mulai merenungi hari - hari bersama kerabat saya, dan saya semakin tidak percaya. Saya ajak chatting dia di FB dan dia pun berhasil meyakinkan saya untuk percaya kepadanya untuk kedua kalinya.Setelah itu keraguan pun kembali kepada saya.
Apa yang saya lakukan?
Setelah keraguan itu saya berdoa untuk meminta kebijaksanaan. Dalam doa saya meminta untuk mengikhlaskan uang 200rb itu, bisa memberi dengan tulus tanpa berpikir mengguna- kan logika tetapi berusaha melihat dengan hati. Karena hati/perasaan sangat peka dengan sekitar.
200rb aja kok susah banget ikhlasinnya?
hey 200rb itu uang!! Seperti yang saya bilang tadi saya aja masih ngemis sama ortu kok bisa - bisanya dia berani minta 800rb dengan saya. Walaupun alasan pertamanya saya ga mau dia bersenang - senang dengan uang yang saya kasih itu.
Pernah nonoton reality show minta tolong ga?
"minta tolong" sebuah acara reality show oleh televisi swasta. Dari film ini
saya menyimpulkan teryata orang menengah kebawah lebih mengikhlaskan uangnya daripadi orang menengah bahkan keatas. Orang menengah kebawah lebih care kepada orang - orang sekelilingnya walaupun banyak juga yang cuek bebek.
Setelah membaca cerita diatas mudah - mudahan dapat diambil sebuah kesimpulan, walaupun tulisan masih berantakan, sebagai pemula saya merasa lebih baik dengan tulisan ini. Semoga bisa dapat memberi dengan ikhlas ya??
